“Woi No.” Suara itu menghamburkan lamunan seorang cowo berperawakan tinggi, ganteng, manis, bertubuh proporsional, begitulah para cewe menilainya. Entah apa yang sedang dia pikirkan saat itu. Dia menengok ke arah suara panggilan itu datang. Dendi, sepupunya datang bersama seorang cowo. Wajah cowo itu ngga familiar baginya, bukan karena dia terlihat seperti bule, tapi memang dia baru melihatnya sore ini. Kayaknya anak baru tuh cowo.
“Woi Den.” Sahutnya dengan mengangkat tangan kanannya.
“No, gua bawa anak baru nih, katanya dia mau ikut club renang.”
“Gua Exel, gua mau ikut club renang ini.” Ucap cowo itu sambil mengulurkan tangannya.
“Gua Reno. Ketua club renang di sini.” Balasnya dengan menjabat tangan cowo itu. “ Jadi lo mau ikut club renang ini?”
“Iya gua mau, boleh ikut club ini kan?”
“OK selamat ikut di club ini. Kita latian tiap hari Selasa pulang sekolah, dan Sabtu jam 9 pagi, latiannya di sini, di aula renang. Harusnya kita ada latian hari ini, tapi untuk hari ini libur dulu. Jadi lo dateng aja hari Sabtu.”
“Baiklah. Thanks No.”
“You’re welcome.”
“No. Kita pulang duluan ya.” Ucap Dendi menepuk pundak Reno.
“OK Den.” Balasnya menepuk balik pundak Dendi. “Oh iya, Rena udah balik belum Den?”
Mendengar Reno mengucap nama Rena, membuat rasa penasaran Exel muncul lagi.
“Tadi sih yang gua liat dia ke ruang musik, cari aja ke sana, siapa tau dia belum balik.” Jawab Dendi.
“OK deh Den. Thanks.”
“Yoi No. Gua balik ya.”
“Balik duluan ya No.” Tambah Exel. Tapi rasa penasaran masi meliputi dirinya.
“Yo. Hati-hati.”
Reno kini sendiri lagi, pikirannya yang tadi sudah mampu hilang kembali lagi. Kenapa begitu sulit menampik pikiran ini. Menggelengkan kepala, mengacak-acak rambutnya yang cukup panjang untuk ukuran anak SMA, mencoba menghapus pikiran-pikiran itu, tapi sulit. Gua harus berhenti mikirin ini semua. Dia mengambil tasnya meninggalkan ruangan itu. Tidak menyadari seorang cewe masih memperhatikannya dari sisi yang lain.
...